Asal Mula Red Bottoms Louboutin Bersol Merah

Red Bottoms

Asal Mula Red Bottoms Louboutin Bersol Merah

Nama Christian Louboutin tak asing di telinga para pecinta sepatu bernuansa glamor. Kreasi perancang asal Prancis yang terkenal karena keunikan ‘sol merah’-nya itu sudah bertahun-tahun berhasil membuat banyak wanita terlihat lebih seksi, dengan hak tinggi pada sepatu yang mampu membuat kaki terlihat lebih jenjang. Di balik ketenarannya, banyak orang bertanya-tanya alasan Louboutin memilih warna merah untuk sol di setiap Red Bottoms yang ia rancang. “Saya memilih merah karena warna itu bersifat menggoda, tak terlupakan dan bergairah,” kata Louboutin. Namun, alasannya tak hanya sebatas itu saja. Sebagai seseorang yang sangat berpengaruh yang sudah menghabiskan waktu  lebih dari dua dekade berusaha memahami fashion, Louboutin punya segudang alasan lain untuk menjelaskan keistimewaan warna tersebut.

Warna merah sudah sejak dahulu kala dianggap sebagai simbol kekuasaan. Keambisiusan Louboutin diyakini membuatnya ingin terus berkreasi untuk menciptakan sepatu dengan rancangan paling menonjol dibandingkan brand lainnya. Hal tersebut juga membuktikan bahwa ia ingin menguasai industri fashion, melalui pengaruh dan perkembangan inovasinya. “Aku harus membuat produk berbeda dari yang lainnya. Rancanganku ini harus mempunyai pengaruh yang sangat besar di industri fashion,” tutur Louboutin. Ia kemudian memberikan contoh Hillary Clinton dan beberapa wanita dengan status penting lainnya, yang kerap kali ditemukan mengenakan pakaian berwarna merah sebagai lambang kekuasaannya. Selain menyimbolkan kekuasaan, warna merah juga melambangkan keistimewaan. Ini terbukti dengan dipilihnya sepatu Louboutin untuk menjadi ikon fashion yang digunakan oleh sejumlah selebriti ternama dan juga para pemeran utama serial televisi Sex and the City

Jika kamu bertanya pada wanita mengenai sepatu apa yang mereka inginkan, jawabannya kemungkinan besar yang bersol merah. Tentu bukan hanya sembarang sol warna merah namun yang mereknya Christian Louboutin.  Brand Red Bottoms kenamaan itu memang dikenal eksklusif dan mudah dikenali berkat sol merahnya. Wanita yang memakainya pun akan tampil mewah secara instan. Namun tahukah kamu mengapa sang desainer memilih mengecat bagian bawah sepatunya dengan warna tersebut? Pemilihan warna merah untuk sol sepatu Christian Louboutin sendiri memang punya ceritanya sendiri. Dilansir Marie Claire, ide tersebut muncul ketika Christian Louboutin masih memulai karier sebagai tukang kebun taman. Saat itu, perancang asal Prancis tersebut terinspirasi dari cat kuku milik asistennya.

READ  Jenis-jenis Red Bottoms yang Cukup Mahal di Kalangan Masyarakat

Setelah melihat cat kuku tersebut, Christian mencurinya dan mulai menggunakannya untuk mengecat sebuah Red Bottoms yang solnya berwarna hitam. Pria yang berusia 54 tahun tersebut ingin melihat seperti apa tampilannya jika sol dicat dengan warna merah. Kemudian Christian pun langsung jatuh cinta dengan hasilnya. Mulai saat itu juga, ia memproduksi semua sepatunya dengan sol yang berwarna merah. Tentu untuk sekarang ini Christian tidak lagi mengecat bagian sol sepatunya dengan kuteks warna merah. Christian pun belum lama ini meluncurkan cat kuku yang serupa dengan warna solnya yang menginspirasi detail ikonik dari brand tersebut. Dinamakan dengan nama ‘Rouge Louboutin’, dikatakan jika cat kuku itu berwarna persis seperti sol Christian Louboutin. Fakta ini mulai terungkap dari buku Christian Louboutin Rizzoli Book yang diluncurkan beberapa waktu lalu. Selain fakta itu, terungkap pula hal-hal unik lainnya mengenai ayah dua anak tersebut. Misalnya tentang hal Christian yang selalu mendesain sepatu di luar Paris. Ia biasanya mencari lokasi panas untuk merancang koleksi Summer dan lokasi dingin untuk koleksi Winter. Ia pun pernah muncul di film China berjudul My Best Friend’s Wedding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*